Public Figur dan Artis, Ini 5 Pelanggaran Hukum yang Sering Tidak Disadari Saat Berpromosi di Instagram!
- April 2, 2025
- Enigma Law Office
- 0

Hai, para public figur dan artis! Instagram udah jadi platform andalan buat promosi, ya? Dari endorse produk sampe bagi-bagi info event, semuanya serba instan dan mudah. Tapi, hati-hati, lho! Ada beberapa pelanggaran hukum yang sering nggak disadari saat berpromosi di Instagram. Nggak mau kan, gara-gara hal sepele, kamu malah kena masalah hukum? Yuk, simak 5 pelanggaran hukum yang harus kamu waspadai!
1. Tidak Menandai Konten Berbayar (#Ad atau #Sponsored)
Konten berbayar adalah postingan di Instagram yang dibuat sebagai bagian dari kesepakatan bisnis antara kamu (sebagai influencer) dengan brand. Misalnya, kamu dibayar buat promosiin produk skincare atau fashion.
KENAPA HARUS DITANDAI?
Menurut aturan Instagram dan Undang-Undang Perlindungan Konsumen, konten berbayar harus ditandai dengan jelas menggunakan hashtag #ad atau #sponsored. Ini penting biar followers tahu bahwa postinganmu adalah iklan, bukan sekadar rekomendasi pribadi.
DAMPAK HUKUM
Kalau nggak ditandai, kamu bisa dianggap menipu followers. Brand yang bekerja sama denganmu juga bisa kena sanksi. Di beberapa negara, pelanggaran ini bisa berujung pada denda atau tuntutan hukum.
CARA MENGHINDARINYA
Selalu Gunakan #Ad atau #Sponsored: Jangan lupa tambahkan hashtag ini di caption atau di awal postingan.
Jujur ke Followers: Kejujuran akan bikin followers lebih percaya sama kamu.
Baca Aturan Platform: Pelajari aturan iklan di Instagram biar nggak salah langkah.
2. Menggunakan Musik Tanpa Izin (Copyright Infringement)
Kalau kamu pakai lagu populer sebagai backsound di video Instagram tanpa izin dari pemilik hak cipta, itu termasuk pelanggaran hukum. Yup, meskipun cuma buat story atau reel, tetep aja kena!
KENAPA BERBAHAYA?
Pemilik hak cipta bisa melaporkan akunmu ke Instagram, dan kamu bisa kena teguran atau bahkan di-banned. Selain itu, mereka juga bisa menuntut kamu secara hukum untuk ganti rugi.
DAMPAK HUKUM
Pelanggaran hak cipta bisa berujung pada denda atau tuntutan pidana. Di Indonesia, ini diatur dalam Undang-Undang Hak Cipta.
CARA MENGHINDARINYA
Gunakan Musik Bebas Royalti: Instagram udah nyediain banyak pilihan musik bebas royalti buat story dan reel.
Minta Izin: Kalau mau pakai lagu tertentu, minta izin dulu ke pemilik hak cipta.
Buat Musik Sendiri: Lebih aman dan orisinal, kan?
3. Menyebarkan Informasi Palsu (Hoax)
Hoax adalah informasi palsu yang sengaja disebarkan buat menyesatkan orang lain. Misalnya, kamu share info tentang produk yang belum terbukti kebenarannya.
KENAPA BERBAHAYA?
Menyebarkan hoax bukan cuma nggak etis, tapi juga bisa bikin kamu kena tuntutan hukum, apalagi kalau informasi itu merugikan pihak lain.
DAMPAK HUKUM
Di Indonesia, penyebaran hoax diatur dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Kamu bisa kena denda atau penjara jika terbukti bersalah.
CARA MENGHINDARINYA
Cek Fakta: Selalu verifikasi informasi sebelum menyebarkannya. Kamu bisa pakai situs pengecek fakta seperti Turnbackhoax.id.
Hindari Sensasionalisme: Jangan tergoda buat share informasi yang belum jelas kebenarannya cuma demi dapat likes.
Bertanggung Jawab: Ingat, sebagai public figur, kamu punya tanggung jawab moral ke followers-mu.
4. Melanggar Aturan Privasi
Pelanggaran privasi terjadi ketika kamu memposting informasi atau foto orang lain tanpa izin. Misalnya, kamu share foto teman atau fans tanpa persetujuan mereka.
KENAPA BERBAHAYA?
Setiap orang punya hak privasi yang dilindungi hukum. Kalau kamu melanggar, mereka bisa melaporkanmu ke Instagram atau bahkan menuntut kamu secara hukum.
DAMPAK HUKUM
Pelanggaran privasi bisa berujung pada tuntutan perdata atau pidana, tergantung tingkat keparahannya.
CARA MENGHINDARINYA
Minta Izin: Selalu minta izin sebelum memposting foto atau informasi tentang orang lain.
Hapus Jika Diminta: Kalau ada yang minta hapus postinganmu, segera lakukan.
Hormati Privasi Orang Lain: Ingat, nggak semua orang nyaman difoto atau di-share di media sosial.
5. Mempromosikan Produk Ilegal atau Berbahaya
Produk ilegal atau berbahaya adalah produk yang nggak memenuhi standar keamanan atau nggak punya izin edar dari pihak berwenang. Misalnya, obat-obatan palsu atau skincare yang mengandung bahan berbahaya.
KENAPA BERBAHAYA?
Mempromosikan produk seperti ini bukan cuma merugikan konsumen, tapi juga bisa bikin kamu kena tuntutan hukum. Apalagi kalau ada yang sampai sakit atau mengalami kerugian karena produk tersebut.
DAMPAK HUKUM
Kamu bisa kena tuntutan pidana atau perdata, tergantung tingkat kerugian yang ditimbulkan. Di Indonesia, ini diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen.
CARA MENGHINDARINYA
Cek Legalitas Produk: Pastikan produk yang kamu promosiin punya izin edar dari BPOM atau lembaga terkait.
Hindari Produk Berisiko: Jangan promosiin produk yang mengandung bahan berbahaya atau nggak jelas asal-usulnya.
Bertanggung Jawab: Ingat, reputasimu sebagai public figur juga taruhannya.
Kesimpulan
Berpromosi di Instagram emang seru dan menguntungkan, tapi jangan sampai kamu terjebak dalam pelanggaran hukum yang nggak disadari. Selalu tandai konten berbayar, hindari penggunaan musik tanpa izin, jangan sebarkan hoax, hormati privasi orang lain, dan jangan promosiin produk ilegal atau berbahaya.
Dengan lebih hati-hati dan bertanggung jawab, kamu bisa tetap eksis di Instagram tanpa harus khawatir kena masalah hukum. Semoga artikel ini bermanfaat, ya!